Media Apikes


















Blog ini saya maksudkan untuk media komunikasi antara alumni YLDP sekaligus sebagai ajang silaturahmi bagi kita semua. Harapan saya dari yang kecil ini bisa didapatkan banyak manfaat.
Dan demi dinamisnya komunikasi kita melalui blog ini partisipasi teman-teman semua tak lupa tetap saya nantikan untuk mengisi blog ini; baik itu berupa tulisan, ulasan maupun sekedar say hello.
Tulisan dapat dialamatkan ke

yulia.aini@yahoo.co.id/

Media Apikes Headline Animator

Jumat, 01 Mei 2009

Contoh Tabel Pendayagunaan Tempat Tidur

Tempat Tidur Ideal

Rabu, 22 April 2009

Penawaran kerja yang jelas


Sebagaimana yang telah saya tulis dalam blog tentang keinginan saya untuk memiliki alamat email teman-teman, terutama yang sudah bekerja(di Rumah Sakit); karena selain saya ingin bisa menjalin komunikasi dengan teman-teman yang belum tercover alamat emailnya saya juga telah mendapat titipan dari Jogja, tentang akan diadakannya Pelatihan Rekam Medis .Untuk itu demi praktisnya saya lebih senang bila cara penyampaian pesan tersebut melalui email saja. Jadi sekali lagi saya sangat berharap agar teman-teman yang punya alamat email teman-teman kita yang lain yang kebetulan saya tidak tahu/belum punya, bisa mengirimkannya kepada saya.

He .. he .. blog ini seperti buletin saja ya ...

Sehubungan judul pada postingan ini, saya ingin berbagi informasi tentang cara kita menyikapi penawaran kerja yang kadang tidak jelas batas-batasnya. Sebab ada suatu instansi ketika menawarkan diri untuk mengadakan perekrutan tenaga kerja terkesan tidak ada rasa pertanggung jawaban moralnya .

Dan tentu saja tulisan ini saya peruntukan bagi teman-teman kita yang belum mendapatkan pekerjaan; terutama adik-adik angkatan kita yang baru mau lulus ...
( Saya senang ketika melihat di situs teman-teman kita bahwa di almamater kita banyak yang telah bekerja, tidak jauh-jauh dari kampuang kita!!!)

Oke, kembali ke topik :
Beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat kita akan mengajukan lamaran pada instansi yang menawarkan pekerjaan :

  • Cari kejelasan, apakah bila kita diterima nanti hanya dijadikan sebagai pegawai kontrak saja atau bisa menjadi pegawai tetap, apalagi bila yang menawarkan tersebut sangat jauh dari tempat tinggal kita.
  • Tanpa bermaksud menyinggung masalah sara; yayasan instansi yang menawarkan pekerjaan tersebut perlu kita perhatikan; apakah sesuai dengan latar belakang kita, sebab adalah sangat kecil kemungkinannya bila latar belakang keyakinannya berbeda, kita bisa menjadi pegawai tetap.

Melalui blog ini juga saya berharap bagi yang mempunyai web, akan lebih baik bila dalam memasang iklan lebih berhati-hati, sebab hanya masalah iklan yang dipasang, bisa-bisa seseorang yang benar-benar telah menaruh harapan besar bisa bekerja dan mendapatkan nafkah yang layak, bahkan menjadi sebaliknya. Sudah keluar uang banyak, tidak kembali modal …



Jumat, 17 April 2009

Alamat Domain baru, alamat email teman-teman

Bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Blog saya bisa akses dengan alamat : http://mediapikes.blogspot.com.
Namun demikian , agar mudah mengingat teman-teman bisa memakai alamat www.mediapikes.co.cc. ( saya ganti biar sedikit keren ... narsis nih . . . )

Dan bagi teman-teman yang punya koleksi alamat email (... ) teman-teman yang lain, bisa nih dikirim ke emailku berikut ini :

Yulia.aini@yahoo.co.id/


Atas perhatian teman-teman tak lupa saya ucapkan banyak terima kasih

Jumat, 23 Januari 2009

AIRPORT

















.
Aku suka airport

Titik pisah dan temu manusia-manusia berbagai penjuru bumi
Berdandan santai rapi seksi terserah pribadi
Wajah kaku jangan ganggu tak peduli apa masing-masing kepala berisi

Aku suka keharuan airport

Segera terasa saat adegan perpisahan tersaksi depan matamu
Kekasih berdekapan tak mau siakan waktu
Ibu terdiam menatap sang ayah memeluk anak satu persatu
Dua sahabat berjabat erat tersenyum lebar lambaikan tangan bertukar janji kapan lagi nanti bertemu

Keharuan yang sama,
Di ruang yang sama,
Di dunia-dunia privat berbatas maya

Aku suka kehangatan airport

Istri penuh sabar dan kakek nenek yang tak tenang
Duduk berdiri menunggu momen kan lekas datang
Untuk senyum mengembang ciuman mesra dan air mata yang tak jadi menetes
Hanyut dalam dekapan cinta menggunung tertahan jarak membendung
Di ujung penantian di pangkal perjumpaan
Manusia-manusia asing saling merangkul kebungahan
Aura menyebar terpancar memarak hawa sekitar
Jerit berlari anak kecil penambah suasana
Semua hangat lalu berlalu tak tau selepas sini apa bahagia kan selalu terbawa

Kehangatan yang sama,
Di ruang yang sama,
Di dunia-dunia privat berbatas maya

Aku suka keharuan dan kehangatan airport

Titik pisah dan temu manusia-manusia berbagai penjuru bumi
Di tengah dunia yang semakin egois ranggas curiga cemas angkuh culas cemburu ganas
Sepotong sisa nyawa peradaban disini berpendar sekilas

Aku suka airport

Istriku nanti kalo aku keluar negara atau sekedar lain kota
Kau datang ke airport jemput aku saat kupulang ya
Memang sedikit repot tapi tak tiap kali kan tak apa
Bawa juga anak kita jangan sampai lupa

Disini, di airport, tempat yang luar biasa
Sesekali ingin juga aku kita jadi pemeran utama

Minggu, 07 Desember 2008

Kegagapan Bagian Rekam Medik/Rumah Sakit menyikapi UU ITE ?

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa beberapa saat yang lalu oleh DPR telah disahkan dari RUU Informasi & Transaksi Elektronik (ITE) menjadi UU ITE.; namun nampaknya sampai saat ini belum kelihatan perubahan yang signifikan terhadap pelaksanaan/penggunaan Rekam Medik Elektronik (EHR) tersebut.

Menurut pengamatan saya ada beberapa hal yang membuat hal tersebut terjadi ; antara lain adalah:

1. Keterbatasan kemampuan penggunaan komputer dari penggunanya, penyediaan perangkat keras, sampai pasokan listrik dari PLN yang tidak stabil untuk menghidupkan komputer, terutama di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas tersebut/pelosok.

2. Keraguan untuk mengaplikasikan UU tersebut; walaupun beberapa Rumah sakit besar sudah membangun software dengan SIM RS nya yang canggih.

Memang di beberapa Rumah Sakit yang sudah menggunakan software SIM RS; bagian Rekam medik bisa dengan mudah dan cepat mengatasi masalah penelitian, pendidikan, perhitungan statistic dan pembayaran biaya kesehatan dengan memakai software tersebut; tetapi apakah hanya sebatas itu sajakah kita menterjemahkan fungsi UU ITE tersebut ?

Kalau jawabannya adalah ya; buat apa DPR susah payah mengesahkan UU ITE tersebut ?

Banyak contoh kasus yang sebenarnya bisa kita ambil, namun saya hanya ingin mengambil satu contoh kasus sederhana saja yang barangkali bila diterapkan sudah merupakan terobosan yang sangat besar.

Tanpa bermaksud mempromosikan software yang saya buat; saya akan menjelaskan contoh kasus tersebut dengan disertai gambar menu software yang telah saya buat. Adapun menu software tersebut adalah sebagai berikut :


Dengan melihat menu tersebut, mudah-mudahan Anda semua langsung tanggap dengan apa yang saya maksud.

Sebagaimana software pada umumnya; pertama-tama yang kita buat adalah input datanya baik itu data sosial; kode penyakit, kode operasi dan lain sebagainya.

Nah sedangkan menu yang paling penting adalah menu outputnya.

Sebagaimana umumnya pula; output tersebut adalah berupa angka-angka yang pada akhirnya akan menjadin sebuah statistik.

Namun hanya sedemikiankah fungsi software tersebut di era telah disahkannya UU ITE ?

Nah, seperti yang tampak pada gambar diatas; dalam software tersebut saya tambahkan menu yang saya beri judul Surat Keterangan Medik. Yang isinya antara lain adalah Resume; Rujukan, Visum dll (bisa diperluas lagi dengan manambah menu sesuai tuntutan) yang pada intinya hasil output tersebut bila kita cetak lalu di tanda tangani dokter yang bersangkutan; maka jadilah sebuah Resume.

Sangat sederhana bukan ?

Meskipun demikian makud saya tidak sesederhana itu. Dalam praktek yang lebih maju lagi dengan telah diterbitkannya UU ITE, semua transaksi elektronik seharusnya kita lebih berani lagi untuk langsung mengrimkan data-data penting tersebut (semisal resume/visum atau catatan medis lainnya) melalui email tanpa harus dicampuri/dihambat dengan sistim manual lagi; kepada pihak-pihak yang memerlukannya semisal Polisi; Asuransi dll, karena UU ITE juga telah mengatur bahwa dokumen elektronik (termasuk EHR) sah untuk digunakan sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum.

Dan pada akhirnya seiring dengan kesejahteraan bangsa ini; rekam medis yang adalah milik pribadi nantinya bisa juga di akses kapan saja dan dimana saja oleh pemiliknya masing-masing.


Daniel Suharta SS

datasolusindo@yahoo.co.id/










Kamis, 11 September 2008

Happy Ramadhan

Religious Myspace Comments

SIRAMAN ROHANI MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Dinkes Kota Surabaya

Dari Kepompong Jangan Sampai Menjadi Ulat Lagi
29 Agustus 2008

Surabaya, ehealth. Bulan Ramadhan telah tiba, sebagai umat islam tentu saja akan menyambut dengan gembira. “Sebagian orang pada saat memasuki bulan Ramadhan merasa sangat senang, tetapi tidak sedikit yang mengeluh karena bagi umat islam diwajibkan untuk melakukan puasa di bulan Ramadhan,” ujar ustadz Mustoffah ketika memberikan ceramah agama dalam memperingati datangnya Bulan Suci Ramadhan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Jumat, (29/8).

Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang sangat ditunggu-tunggu oleh umat islam. Di bulan yang suci ini setiap muslim mendapat kesempatan untuk meraih kebaikan yang berlipat-lipat. Namun demikian banyak orang yang belum mengerti makna puasa itu sendiri. Melaksanakan puasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain lapar dan dahaga. “Bagi yang belum mengerti makna puasa hanya mendapatkan lapar saja, karena ketika puasa tidak menjaga ucapan, matanya sering melihat hal-hal maksiat,” jelas Mustoffah.

Selain diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa dan melakukan sholat sunnah tarawih, ketika bulan Ramadhan kita juga akan sering mendengar Al Quran dibacakan di masjid-masjid. “Tentu saja banyak kebaikan yang diperoleh bagi setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa, sholat tarawih maupun melakukan tadarus,” jelas ustadz yang selalu mengingatkan untuk bersyukur tersebut.

Beberapa orang mempunyai anggapan yang salah mengenai Ramadhan sehingga makna bulan suci tersebut tidak akan diperoleh. “Ramadhan bukan waktu untuk cuci dosa,” ujar Mustoffah. Ketika Ramadhan banyak yang bertobat ingin untuk diampuni dosanya.

Tetapi setelah Ramadhan kembali melakukan kesalahan dan menunggu Ramadhan berikutnya untuk bertobat lagi. “Sebagian orang saat memasuki bulan Ramadhan perilakunya berubah menjadi lebih baik, tetapi setelah Ramadhan perilakunya berubah lagi seperti sebelumnya,” ungkap Mustoffah.

Contoh orang yang setelah Ramadhan kembali ke perbuatan maksiat lagi adalah koruptor. Sebelum Ramadhan melakukan korupsi. Pada saat Ramadhan menjalankan ibadah puasa tetapi setelah Ramadhan selesai akan melakukan korupsi lagi. “Ibarat ulat menjadi kepompong tetapi tidak menjadi kupu-kupu melainkan menjadi ulat lagi,” jelas Mustoffah.

Selain itu, Mustoffah juga menjelaskan mengenai hal-hal yang membatalkan puasa. “Menyuntik pasien tidak selalu membatalkan puasa, selama yang disuntikkan tidak mengandung makanan maka tidak batal,” ujar Mustoffah di hadapan pegawai Dinkes Kota Surabaya. Untuk orang yang melakukan donor darah juga tidak membatalkan puasa. “Tugas Dinkes kota Surabaya memang sehari-hari berhubungan dengan kesehatan pasien oleh karena itu harus mengetahui mengenai penanganan kesehatan dan hal lain yang berhubungan dengan puasa pasien,” jelas Mustoffa mengakhiri ceramah pagi itu.(ito)
Reporter : Bambang Yupito
Foto : Mehdinsareza W